Nasional

Pentingnya 1000HPK, Sosialisasi BKKBN Jatim di Situbondo

Bangga Kencana || Situbondo – Bertempat di Pendopo Aryo Kabupaten Situbondo, hari ini Jumat (18/11/2022), BKKBN Jatim menggelar kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam Rangka Penurunan Stunting kepada Masyarakat.

giat-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-situbondoKegiatan dihadiri oleh 300 orang dari unsur PKK, ibu hamil, ibu baduta, ibu balita, TPK, PPKBD dan Sub PPKBD, Kader BKB, Penyukuh KB dan insan Genre dari 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Situbondo, Bapak Drs. H. Muhammad Imam Darmaji, M.Si, Ibu Hamidah HS, S.Pd.i selaku staf ahli TP PKK Kabupaten Situbondo, serta Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., yang diwakili oleh Subkoordinator Balita, Anak, dan Lansia Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa TImur, Ibu Nur Hotimah, S.Sos., M.PSDM.

giat-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-situbondoDalam sambutannya, Imam Darmaji menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah sebagai upaya untuk merangkul masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu dan/atau keluarga yang memiliki baduta, serta ibu dan/atau keluarga yang memiliki balita untuk dapat bersama-sama mengentaskan stunting di Kabupaten Situbondo.

Kegiatan yang juga melibatkan TP PKK dari desa, kecamatan dan Kabupaten merupakan upaya untuk mengadvokasi para mitra akan pentingnya bekerja bersama untuk mewujudkan Kabupaten Situbondo bebas stunting.

Dalam kesempatan ini, para peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana dapat memenuhi gizi seimbang pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan masa balita yang disampaikan oleh ahli Gizi Ibu Siti Mardiyah, SST, M.MKes. Siti Mardiyah mengungkapkan bahwa stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi yang baik sejak janin didalam kandungan.

Oleh karena itu, pada hakikatnya tidak ada pantangan bagi ibu hamil terhadap makanan atau minuman tertentu kecuali secara nyata memberikan dampak yang kurang baik terhadap perkembangan dan pertumbuhan janin.

dr. Dian Kurniasari, Sp.A pun turut menambah wawasan peserta mengenai cara menjaga kesehatan reproduksi khususnya pada masa 1000HPK dan masa balita. Dian mengingatkan akan pentingnya pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keluarga untuk dapat membentuk kebiasaan berperilaku bersih dan sehat terhadap anak.

“Beri contoh yang benar, tidak hanya sekedar kata-kata. Karena anak-anak akan lebih mudah mengingat apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar,” ucapnya.

Sebagai upaya menumbuhkan motivasi masyarakat untuk mencegah stunting, dalam acara ini digelar pula Lomba Cipta/Kreasi Menu Dahsat yang diikuti oleh 17 tim dari setiap kecamatan di Kabupaten Situbondo.

giat-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-situbondoSetiap tim menyuguhkan 2 (dua) menu bagi baduta dan balita dengan berbahan baku pangan lokal. “Banyak masyarakat kita masih beranggapan bahwa bahan baku makanan/minuman yang baik, yang sehat, adalah yang harganya mahal.

Padahal, banyak bahan baku makanan/minuman lokal yang justru jika diolah dengan baik dan benar, memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada bahan baku makanan/minuman nonlokal. Sehingga, lomba ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa bahan baku makanan/minuman lokal yang diolah dengan baik dan benar akan sama baiknya bahkan dapat lebih baik gizinya.

Nur Hotimah menambahkan bahwa keterampilan menjadi orangtua bukanlah suatu hal yang given atau otomatis ada ketika seorang anak lahir, melainkan haruslah dipelajari oleh orangtua sepanjang hayat. Mencetak para orangtua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak menjadi langkah yang strategis dalam rangka perencanaan melahirkan generasi penerus yang berkualitas serta sebagai upaya untuk mencegah bayi baru lahir stunting.

Dengan adanya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Indonesia diharapkan memiliki prevalensi stunting hanya 14% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut diperlukan kerjasama semua pihak baik itu stakeholder, mitra kerja bahkan masyarakat untuk ikut berperan aktif melakukan upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan hari ini, tukas nur menutup sambutannya. @Red (Nur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button