Pagelaran Wayang Kulit Dalang Ki Warseno Slenk Digelar Di Kantor BKKBN Jatim Hari Ini

Bangga Kencana II Surabaya – Bagi Pecinta seni budaya Wayang Kulit, bisa melihat secara gratis Pagelaran Wayang Kulit di halaman kantor Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur (BKKBN Jatim) jalan Airlangga No.31-33 Surabaya, Jawa Timur.
Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Drs. Ir. H. Warseno Slenk, M.Si., ( Ki Warseno Slenk ) mengambil Lakon Tumurune Wahyu Ketentreman akan digelar hari ini, Sabtu (17/12/2022) pukul 19.00 Wib.
Jika anda hadir menonton, akan ada door prize berupa kulkas, televisi, dan sepeda gunung. Untuk mendapatkan door prize, pada saat di lokasi anda bisa daftar melalui link https://kbjatim.id
Perlu diketahui, Perwakilan BKKBN Jatim yang di kepalai Dra. Maria Ernawati, M.M., menggelar pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Peningkatan KIE Kreatif Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra.BKKBN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, memiliki tugas untuk melaksanakan pengendalian penduduk dan menyelenggarakan keluarga berencana.
Pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tanggal 28 Januari 2021, Presiden Joko Widodo menunjuk BKKBN menjadi Ketua Pelaksana Penurunan Stunting di Indonesia.World Health Organization (WHO) mendefinisikan stunting sebagai kegagalan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, penyakit infeksi yang berulang dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat.
Anak yang mengalami stunting, terutama pada usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan organ lainnya termasuk otak (Achadi, 2020). Berdasarkan RPJMN 2020-2024, Indonesia menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi spesifik dan sensitif yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa, dan pemangku kepentingan dalam bentuk percepatan penurunan stunting. @red.