Nasional

BKKBN Jatim Gandeng DPR RI dalam Edukasi Kespro Remaja di Banyuwangi

Bangga Kencana || Banyuwangi – BKKBN Jatim melaksanakan kegiatan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR-RI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi, Jumat (2/12).

bkkbn-jatim-gandeng-dpr-ri-dalam-edukasi-kespro-remaja-di-banyuwangiKegiatan ini dihadiri oleh Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA., selaku Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, diwakili Moh. Imron Yusuf selaku Tenaga Ahli (TA). Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., diwakili oleh Yuni Dwi Tjadikijanto, S.E selaku Sub Koordinator Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) Perwakilan BKKBN Jawa Timur. Henik Setyorini, AP, M.Si, selaku Kepala Dinas Sosial PPKB Kabupaten Banyuwangi. 160 peserta yang terdiri dari pengurus PIK-Remaja, Saka Kencana, Karang Taruna dan Insan GenRe.

Henik Setyorini selaku Kepala Dinas Sosial PPKB Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya, memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh remaja yang hadir.

bkkbn-jatim-gandeng-dpr-ri-dalam-edukasi-kespro-remaja-di-banyuwangi“Remaja hari ini adalah penentu masa depan. Majunya suatu negara di masa yang akan datang ditentukan oleh bagaimana remaja hari ini disiapkan dan diberdayakan,” kata Henik Setyorini.

“Untuk itu, saya mengingatkan kepada anak-anakku semua untuk terus semangat belajar, mencoba hal baru dan tidak takut gagal,” tambah Henik Setyorini.

“Selain itu, penting bagi kita untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga dengan optimal. Melalui pemenuhan gizi seimbang sehingga melahirkan generasi yang berkualitas,” pungkas Henik Setyorini.

Mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Yuni Dwi Tjadikijanto, S.E., selaku Sub Koordinator PEK, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam upaya penurunan angka stunting diperlukan berbagai terobosan.

“Jumlah Remaja di Jawa Timur usia 10-24 tahun (Update data BPS) berjumlah 9.134.061 Jiwa. Data menunjukan bahwa usia kawin pertama di Jawa Timur pada perempuan, baru mencapai 19,13 tahun (SDKI, 2017). Sedangkan yang kita harapkan usia kawin pertama perempuan  adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” kata Yuni Dwi Tjadikijanto.

“Merespon permasalahan tersebut BKKBN Pusat bekerjasama dengan Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP) telah mengembangkan Kurikulum Pelatihan Pendidik Sebaya dan Modul Pendidik Sebaya yang diberi nama Tentang Kita,” tambah Yuni Dwi Tjadikijanto.

bkkbn-jatim-gandeng-dpr-ri-dalam-edukasi-kespro-remaja-di-banyuwangiDr. Hj. Nihayatul Wahfiro, MA., selaku Wakil Ketua Komis IX DPR-RI, diwakili Moh. Imron Yusuf selaku TA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BKKBN atas terselenggaranua kegiatan Tentang Kita ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu inovasi strategis dalam kerangka memberi pembekalan untuk membina keluarga remaja khususnya tentang komunikasi orangtua remaja dengan anak remaja karena hal ini merupakan salah satu kunci untuk menyelamatkan remaja dari berbagai ancaman yang akan merugikan masa depannya,” kata Imron Yusuf.

Imron Yusuf mengatakan bahwa Komisi IX DPR-RI siap mendukung penuh program BKKBN dalam percepatan penurunan stunting melalui Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Haydar Iskandar selaku Dewan Pembinan Insan GenRe Jawa Timur dan praktek Modul Tentang Kita yang dipandu oleh para fasilitator Modul Tentang Kita dari Insan GenRe Kabupaten Banyuwangi.@Red

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button