Nasional

Cegah Stunting, Giat BKKBN Jatim Khusus Kader dalam Edukasi Bangga Kencana di Lumajang

Bangga Kencana || Lumajang – Perwakilan BKKBN Jatim menggelar kegiatan Promosi Komunikasi Informasi Edukasi Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang dikhususkan bagi Kader Bangga Kencana dan Penyuluh Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, Rabu (30/11/2022).

tingkatkan-kompetensi-kader-bkkbn-jatim-promosi-komunikasi-informasi-edukasi-bangga-kencana-di-lumajangGiat yang dilaksanakan di Gedung Mahameru Lumajang ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., yang diwakili Koordinator Bidang Advokasi Penggerakan Informasi (ADPIN); Dra. Sofia Hanik, MM, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang; dr. Bayu Wibowo dan narasumber ahli dokter spesialis anak; dr. Nurul Yudhi Prihastuty, Sp.A.

Angka prevalensi stunting Kabupaten Lumajang terbilang cukup tinggi dibandingkan angka Provinsi Jawa Timur dan nasional. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, prevalensi stunting Kabupaten Lumajang berada di angka 30,1 persen. Angka ini menempatkan Lumajang pada kategori merah atau wilayah dengan angka stunting tinggi.

tingkatkan-kompetensi-kader-bkkbn-jatim-promosi-komunikasi-informasi-edukasi-bangga-kencana-di-lumajangKoordinator Bidang ADPIN, Dra. Sofia Hanik, MM yang membuka kegiatan secara resmi menyebut kegiatan di Lumajang ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi kader serta bentuk apresiasi bagi Kader yang merupakan ujung tombak pelaksana Program Bangga Kencana di lini lapangan.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas kader, me-refresh kembali informasi terkait program Bangga Kencana serta kiat-kiat mencegah stunting, juga sebagai bentuk apresiasi kepada Kader Bangga Kencana,” kata Sofia.

“Kita punya program Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Balita. Ini bisa disinergikan dengan kegiatan yang ada di masyarakat yang sudah berjalan misalnya kegiatan arisan PKK, pengajian. Sedangkan untuk program Bina Keluarga Lansia bisa sinergi dengan Posyandu Lansia. Ada Kampung Keluarga Berkualitas. Target kita pada 2024 Kampung KB sudah terbentuk di setiap desa, karena melalui kampung KB banyak program yang bisa menyejahterakan masyarakat desa dengan sinergi lintas sektor yang bisa membangun kualitas SDM di wilayah tersebut,” jelas Sofia.

“Memberi edukasi kepada masyarakat perlu effort yang luar biasa. Kami berharap melalui kader di lapangan program-program di atas bisa terus berjalan. Demikian pula dengan upaya penurunan stunting” lanjutnya.

Sementara itu, dr. Nurul Yudhi Prihastuty, Sp.A mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan Kader untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya mencegah stunting.

tingkatkan-kompetensi-kader-bkkbn-jatim-promosi-komunikasi-informasi-edukasi-bangga-kencana-di-lumajang“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk mencegah stunting yang perlu diperhatikan adalah pola asuh, pola makan dan air bersih. Remaja putri beri asupan bergizi seimbang untuk mencegah anemia. Galakkan pemberian vitamin penambah darah juga. Upayakan menikah minimal usia 21 tahun bagi wanita,” himbau dokter Nurul.

Lebih lanjut dokter Nurul mengajak para Kader untuk selalu mengingatkan ibu yang baru melahirkan agar memberikan ASI eklsusif untuk bayinya. “Ingatkan ibu-ibu untuk menyusui, memberikan asi ekslusif untuk bayinya. Jangan lupa untuk memberikan asupan protein hewani, 1 telur dan susu 200 ml per hari. Kalau anak alergi telur bisa diganti dengan lele, ini bagus sekali untuk mencegah stunting” lanjut Nurul.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lumajang, mengutarakan bahwa keberadaan Kader Bangga Kencana dan Penyuluh KB di desa dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Terkait pola makan, pendampingan calon pengantin, pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri juga penyehatan sanitasi.

“Sanitasi yang baik mengurangi tejadinya sakit berulang yang menimbulkan hambatan bagi tumbuh kembang balita dan anak. Jika ada keluarga-keluarga di desa yang belum punya jamban yang layak tolong diingatkan, jika dari keluarga kurang mampu segera laporkan ke petugas desa atau kelurahan” lanjut Bayu.

“Selain intervensi sensitif kita juga melakukan interfensi spesifik. Antara lain, audit kasus stunting yang sudah dilaksanakan di bulan September dan Oktober lalu. Kemudian pemberian vitamin penambah tambah darah kepada ibu hamil dan remaja putri juga pemberian makanan tambahan (PMT) atau pemberian nutrisi tumbuh kejar melalui 10 Posyandu lokus desa stunting selama 90 hari untuk membantu meningkatkan status gizi balita,” pungkasnya.

Kader Bangga Kencana merupakan bagian dari Tim Pendamping Keluarga yang dibentuk BKKBN untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada sasaran yang bergerak di level teknis di tingkat desa dan kelurahan.

Tim Pendamping Keluarga terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB yang bertugas melaksanakan pendampingan kepada Calon Pengantin, ibu hamil,, keluarga yang mempunyai baduta dan balita untuk memberikan penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial serta surveilans untuk mendeteksi dini faktor resiko stunting. @Red

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button